Penulis: Jumardi | Akademisi UHAMKA Tangerang
Berbagi adalah salah satu keindahan hidup yang tak terhingga nilainya. Dalam Islam, semangat berbagi tercermin nyata melalui zakat, infak, dan shodaqoh (ZIS). Tiga instrumen ibadah sosial yang bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga menyucikan jiwa dan menumbuhkan solidaritas. Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat, ZIS telah menjadi jembatan kepedulian yang menyatukan hati para dermawan dengan harapan para mustahik.
Di Kabupaten Tangerang, keindahan berbagi melalui ZIS semakin nyata terlihat dari capaian dan dampak konkret yang telah dirasakan masyarakat. Pada tahun 2024, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tangerang berhasil mengumpulkan dana ZIS sebesar Rp9,8 miliar, mengalami peningkatan sebesar 12% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini tidak hanya menunjukkan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi dalam menunaikan kewajiban dan sunnah sosial, tetapi juga bukti bahwa pengelolaan zakat kini semakin dipercaya dan akuntabel.
Dana yang terkumpul tersebut telah didistribusikan secara tepat sasaran kepada lebih dari 5.300 mustahik di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang. Penyalurannya mencakup kebutuhan dasar seperti sembako, bantuan pendidikan, modal usaha produktif, bantuan kesehatan, dan pembangunan fasilitas keagamaan. Bahkan, pada tahun yang sama, telah tercatat lebih dari 185 proyek fisik berupa perbaikan masjid, rumah dhuafa, serta bantuan sosial lainnya yang dibiayai dari dana ZIS.
Salah satu momen yang mengharukan terjadi pada bulan Ramadan 2024, ketika BAZNAS Kabupaten Tangerang mendistribusikan bantuan ZIS di Kecamatan Pagedangan. Sebanyak 231 penerima manfaat yang terdiri dari guru ngaji, marbot masjid, fakir miskin, dan mualaf menerima bantuan langsung senilai total Rp154 juta. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa ZIS mampu menjangkau masyarakat hingga ke tingkat kecamatan dan desa, menguatkan fungsi sosial Islam dalam kehidupan nyata.
Sinergi antara BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Tangerang juga menjadi kekuatan penting dalam menggerakkan potensi ZIS. Dalam peringatan Hari Berzakat Nasional, Bupati Tangerang memberikan apresiasi tinggi atas kinerja BAZNAS yang dinilai berhasil menyalurkan dana zakat secara transparan dan berdampak. Kontribusi para ASN juga tak kalah penting. Melalui gerakan zakat ASN, telah dihimpun dana sebesar Rp1,65 miliar dari zakat harta, zakat profesi, infak, dan shodaqoh. Ini membuktikan bahwa ketika seluruh elemen bersatu, maka keberkahan ZIS akan semakin luas menjangkau umat.
Menatap ke depan, BAZNAS Kabupaten Tangerang menargetkan pengumpulan ZIS tahun 2025 sebesar Rp15,3 miliar. Target ini bukan semata angka, melainkan komitmen untuk memperluas dampak, memperkuat program pemberdayaan, dan menyentuh lebih banyak kehidupan yang membutuhkan uluran tangan. Berbagai strategi disiapkan, mulai dari optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid, sekolah, dan instansi pemerintahan, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk kemudahan transaksi dan pelaporan publik.
Halaman : 1 2 Selanjutnya







