Sosok ketiga yang layak diperhitungkan adalah Hari Setiono, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dindik Kabupaten Lebak. Ia dikenal sebagai birokrat yang humble, berprinsip dan terarah dalam mengambil kebijakan.
Sebelumnya, ia juga pernah menduduki posisi penting seperti Kepala Dinas Perdagangan, Industri (Disperindag) dan Kepala Badan Pendapatan (Bapenda) Kabupaten Lebak.
Segudang pengalaman Hari menduduki posisi strategis menjadi nilai lebih yang tak bisa diabaikan. Dalam konteks reformasi birokrasi, sosok seperti dia bisa menjadi motor penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Menimbang Figur dan Kebutuhan Daerah
Dari ketiga nama tersebut, publik tentu menaruh harapan agar proses seleksi Sekda Lebak dilakukan secara transparan, objektif, dan berbasis meritokrasi. Jabatan Sekda bukan sekadar posisi administratif, melainkan penggerak utama pembangunan daerah dan penjaga kesinambungan kebijakan.
Apapun hasil akhirnya, masyarakat berharap figur yang terpilih nanti mampu melanjutkan kinerja baik pendahulunya, serta menghadirkan birokrasi yang semakin efektif, adaptif, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Kursi Sekda Lebak bukan hanya simbol kekuasaan birokrasi, tetapi ujian bagi pemerintah daerah dalam menjaga integritas dan kualitas tata kelola pemerintahan. Dalam konteks itulah, nama-nama seperti Alkadri, Halson Nainggolan, dan Hari Setiono patut dipertimbangkan sebagai putra-putra terbaik ASN Lebak yang siap mengemban tanggung jawab besar di balik meja Sekretariat Daerah.
Penulis : Fariz Abdullah (warga Kabupaten Lebak) ***
Catatan Redaksi: Artikel ini adalah opini pribadi penulis dan tidak mewakili sikap resmi redaksi. Dailyhits.id Segala isi dan konsekuensi yang ditimbulkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Halaman : 1 2







