Untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, Pemprov Banten menerapkan empat strategi utama, yakni operasi pasar murah secara masih di delapan kabupaten/kota, pemantauan harga harian, pengawasan distribusi dan pengawasan mutu produk.
Meski Banten tercatat surplus beras, Deden mengakui masih terdapat tantangan, terutama pada komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah yang bergantung pada pasokan dari luar daerah. Selain itu, kondisi cuaca ekstrem berpotensi memengaruhi produksi dan distribusi.
“Menjaga stabilitas pangan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Rawindra Ardiansah, menekankan pentingnya kelancaran jalur logistik dalam pembentukan harga pangan.
“Faktor utama pembentuk harga ada pada jalur logistik. Karena itu, transportasi pasokan harus dijaga agar tidak terganggu, terutama saat libur panjang dan kondisi cuaca ekstrem,” ujarnya.
Dengan sinergi lintas sektor yang terus diperkuat, Pemprov Banten optimistis masyarakat dapat menyambut Natal dan Tahun Baru 2026 dengan aman dan nyaman, tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok. ***
Halaman : 1 2







