DAILYHITS.ID – Kampus Politeknik Industri Petrokimia Bante Perkenalkan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2025–2026.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat daerah dan mitra industri sebagai bagian dari komitmen kampus dalam menyiapkan lulusan siap kerja.
Direktur Politeknik Industri Petrokimia Banten, Supardi, menyampaikan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting.
“Hari ini kita mengadakan acara PKKMB terkait mahasiswa baru angkatan 2025–2026 yang dihadiri oleh eselon 1 kami Bapak Mas Rohan. Juga hadir Bupati Kabupaten Serang, Bu Ratu Tatu Chasanah beserta seluruh jajarannya, beberapa kepala dinas, dan asisten daerah. Dari Kota Cilegon hadir Asisten I Bapak Bambang,” ujar Supardi kepada wartawan usai acara Pkkmb, Selasa (16/9/2025).
Menurutnya, tujuan PKKMB adalah mengenalkan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru.
“Di sana ada materi-materi dari manajemen Poltek, pihak industri, hingga mitra-mitra seperti perusahaan asuransi. Juga ada materi dari pejabat setempat untuk memotivasi agar mahasiswa bisa mendapatkan pendidikan terbaik di Politeknik ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Materi utama, kata Supardi, berfokus pada dunia kerja.
“Materi inti dari perusahaan terkait soft skill, cara kerja, keselamatan kerja, dan etika pekerja. Itu yang menjadi unggulan untuk mahasiswa baru,” katanya.
Ia juga menyinggung kerja sama strategis dengan dunia industri.
“MOU kami berbeda dengan kampus lain. Dari awal perusahaan sudah dilibatkan dalam proses penerimaan mahasiswa baru,” ujarnya.
Tahun ini, Poltek membuka kuota 190-300 mahasiswa, namun yang diterima hanya 178 orang.
“Ada beberapa yang tidak lulus tes kesehatan. Dari total 11 ribu pendaftar, hanya 178 yang resmi diterima,” kata Supardi.
Mahasiswa yang diterima berasal dari seleksi ketat yang melibatkan perusahaan mitra.
“Setiap perusahaan memberikan kuota, misalnya Prodi Instrumen 27 orang, Prodi Mesin 57 orang. Dari awal kami serahkan ke perusahaan, lalu mereka melakukan wawancara dan tes kesehatan. Hasil akhirnya kembali ke kami,”jelasnya.
Ia juga menyampaikan, Mitra industri yang sudah terikat MOU antara lain, Lotte Chemical, Mayora, PT Prima Jaya Ratama, TPPI, Asahimas, Chandra Asri, Indah Kiat, Nippon Sukuba, Indorama, Selegra, Neo, hingga Pupuk Kaltim. Total mahasiswa terserap sesuai kuota perusahaan.
“Jadi mahasiswa yang diterima sudah disiapkan magang selama setahun di perusahaan. Setelah lulus, harapannya langsung bekerja di sana sesuai kesepakatan awal,” tegas Supardi.
Kerja sama ini tidak hanya soal rekrutmen, tapi juga kurikulum.
“Dari awal perusahaan terlibat menyusun kurikulum. Mereka juga mengirim dosen praktisi untuk mengajar mata kuliah inti. Misalnya Pupuk Kaltim mengajar tentang pupuk, Mayora tentang produksi makanan, Asahimas dan Chandra Asri tentang proses industri kimia,”papar Supardi.
Supardi juga menegaskan bahwa mahasiswa tidak dipungut biaya selama menempuh pendidikan.
“SPP kita masih gratis, 0% dari masuk sampai lulus. Bahkan termasuk seragam dan fasilitas lain juga diberikan, Jadi tidak ada pungutan apa pun,” katanya.
Namun, ia menambahkan bahwa kebijakan ini bergantung pada keputusan pemerintah.
“Untuk saat ini gratis, tapi ke depan tergantung kebijakan Kementerian Keuangan,” ujarnya.
Poltek Petrokimia Banten sendiri sudah berjalan empat tahun dengan total mahasiswa aktif 451 orang, di luar mahasiswa baru tahun ini.
“Semuanya sudah mengikuti pola MOU dan PKS dengan perusahaan. Jadi lulusan Poltek dipastikan siap kerja,” pungkasnya.***








