“Kita ingin semua 326 koperasi bisa memiliki gerai. Yang pasti, kami akan terus pantau dan bina. Kami yakin koperasi bisa jadi tulang punggung ekonomi rakyat,” kata Adang.
Kepala Bidang Koperasi Diskoumperindag Kabupaten Serang, Muhammad Rifki, menyebut Pulau Tunda menjadi prioritas penyaluran karena tantangan geografis.
Dengan distribusi lewat koperasi lokal, masyarakat tidak perlu lagi menyeberang laut untuk membeli kebutuhan pokok.
“Kami ingin koperasi di Pulau Tunda ini menjadi distributor utama. Warung-warung lokal nanti akan mengambil langsung dari koperasi. Biaya pengiriman akan dihitung bersama pihak ketiga,” kata Rifki.
Untuk Pulau Panjang, Rifki menegaskan jadwal distribusi akan menyusul dalam waktu dekat.
Diwaktu Yang Sama, Kepala Bidang Perdagangan, Titi Purwitasari, memastikan stok sembako untuk koperasi dan pasar rakyat Kabupaten Serang dalam kondisi aman.
Minyak goreng, misalnya, disuplai hingga 4.000 dus per minggu dan disebarkan ke 40 KMP serta pasar rakyat seperti Pasar Baros, Petir, dan Anyar.
“Kami bekerja sama dengan PT ASB, Bulog, dan ABM. Barang yang dikirim tidak hanya minyak, tapi juga gula dan terigu. Harga yang kami berikan jauh di bawah pasaran agar koperasi bisa menjual dengan harga terjangkau,” ujarnya
Ia menambahkan, harga sembako di Kabupaten Serang relatif stabil. Bahkan beras SPHP lebih murah dibanding kabupaten/kota lain di Banten.
Diskoumperindag menargetkan koperasi desa tidak hanya bergerak di sembako.
Ke depan, koperasi Merah Putih diharapkan mampu mengembangkan sektor lain seperti batik, UMKM, hingga layanan keuangan.
“Harapannya koperasi bisa menjadi pusat ekonomi desa. Contoh percontohannya ada di Ranjeng, mereka bisa jual minyak seharga Rp15.700 dan terigu Rp10.000, jauh di bawah harga pasar,”pungkas Titi.***
Halaman : 1 2





