Efisiensi waktu, transparansi proses, serta kemudahan pelacakan layanan menjadi nilai tambah yang kerap disoroti warganet.
Pengamat kebijakan publik menilai Serang Digital sebagai langkah strategis menuju tata kelola pemerintahan modern.
Digitalisasi tidak hanya memangkas birokrasi, tetapi juga memperkuat akuntabilitas karena setiap proses terdokumentasi secara sistematis.
Serang Bebas Pungli: Dorong Integritas Aparatur
Program lain yang mendapat perhatian publik adalah gerakan Serang Bebas Pungli. Inisiatif ini menitikberatkan pada penguatan pengawasan internal, edukasi aparatur, serta pembukaan kanal pelaporan bagi masyarakat.
Dalam implementasinya, Pemkot menggandeng berbagai unsur pengawasan untuk memastikan pelayanan publik berjalan tanpa praktik pungutan liar.
Kampanye integritas dilakukan secara masif, baik di lingkungan birokrasi maupun melalui sosialisasi kepada warga.
Warganet menilai langkah ini sebagai komitmen nyata terhadap reformasi birokrasi. Diskursus digital menunjukkan bahwa transparansi dan keberanian membuka ruang pengaduan publik menjadi faktor penting yang meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Serang Mengaji
Kemudian program Serang Mengaji. Program ini tidak hanya menargetkan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga bertujuan menanamkan nilai adab, akhlak, moral, dan pembentukan karakter generasi muda.
Sasaran program mencakup sekolah-sekolah, pondok pesantren, hingga masyarakat umum.
Program ini juga berjalan tanpa menggunakan APBD serta didukung aplikasi digital Serang Mengaji yang dapat diakses masyarakat.
Selain itu, pembinaan turut diperkuat melalui kolaborasi dengan Badan Wakaf Provinsi Banten.
Tim verifikasi juga dibentuk bersama Kementerian Agama hingga tingkat RT untuk memastikan validitas data warga yang masih buta aksara Al-Qur’an, baik melalui pendataan langsung maupun sistem daring.
Respons Kepala Daerah
Menanggapi hasil analisis tersebut, Wali Kota Budi Rustandi menyatakan bahwa data digital merupakan refleksi aspirasi masyarakat masa kini.
“Kami mengapresiasi hasil analisa ini. Tingginya mention positif untuk penataan kawasan dan pengelolaan sampah menunjukkan masyarakat merasakan manfaat program yang dijalankan,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri, terutama terkait persoalan banjir yang masih menjadi catatan publik.
“Sentimen negatif adalah pengingat bagi kami untuk terus bekerja. Perbaikan infrastruktur drainase dan sistem pengendalian banjir menjadi fokus agar kualitas hidup warga semakin baik,” tegasnya.
Cermin Persepsi Publik Digital
Gawekuta Institute menggunakan alat pemantauan media yang menangkap percakapan di berbagai platform media sosial dan kanal berita daring.
Sistem ini mengelompokkan emosi publik secara otomatis, sehingga mampu memetakan kecenderungan persepsi masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.
Dalam konteks satu tahun kepemimpinan Budi-Agis, data tersebut memperlihatkan bahwa kombinasi penataan kota, inovasi layanan digital, dan penguatan integritas birokrasi menjadi fondasi utama sentimen positif.
Ke depan, tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi implementasi program sekaligus merespons isu-isu krusial seperti banjir dan pengelolaan lingkungan.
Namun, tren percakapan digital menunjukkan bahwa publik menaruh harapan besar terhadap kelanjutan reformasi di Kota Serang.
Satu tahun pertama ini menjadi penanda bahwa kepemimpinan yang adaptif terhadap kebutuhan warga, baik di ruang fisik maupun digital, mampu membangun kepercayaan publik yang kuat. (ADV)
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita: Dailyhits.id
Halaman : 1 2





