Polda Banten Bongkar Peredaran 35 Ribu Butir Obat Keras, Dua Tersangka Ditangkap

- Penulis

Jumat, 1 Agustus 2025 - 21:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tersangka pengedaran obat obatan pil keras dalam jumbalh besar (istimewa/Failyhits) Foto : humas polda banten.

Tersangka pengedaran obat obatan pil keras dalam jumbalh besar (istimewa/Failyhits) Foto : humas polda banten.

DAILYHITS.ID – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Banten berhasil mengungkap kasus peredaran obat-obatan keras ilegal dalam jumlah besar yang terjadi di wilayah hukum Polda Banten dan Jakarta Utara.

Dalam pengungkapan ini, dua orang tersangka berinisial YS (33) dan AR (32) berhasil diamankan bersama puluhan ribu butir obat keras berbagai jenis.

Pengungkapan berawal dari laporan masyarakat tentang aktivitas mencurigakan terkait peredaran obat keras di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Baca Juga :  Gerebek Hotel, Polisi Bongkar Bisnis Prostitusi di Lebak

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim opsnal Subdit I Ditresnarkoba langsung bergerak melakukan penyelidikan.

Tersangka YS ditangkap pada Minggu, 27 Juli 2025 pukul 02.00 WIB di rumahnya di Kampung Cisaat, Desa Tamanjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.

Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti berupa 720 butir Hexymer, 417 butir Tramadol HCL, uang tunai sebesar Rp245.000 hasil penjualan obat, serta satu unit telepon seluler.

Baca Juga :  Polisi Bongkar Praktek TPPO di Lebak: Sudah Berjalan 7 Tahun

Hasil interogasi terhadap YS mengarahkan penyidik pada pelaku lainnya, AR, yang diduga menjadi pemasok utama obat-obatan tersebut. Berdasarkan informasi itu, tim melakukan pengembangan dan berhasil menangkap AR keesokan harinya, Senin, 28 Juli 2025 pukul 21.00 WIB, di sebuah toko kosmetik miliknya di Jalan Walang Baru Raya 1, Koja, Jakarta Utara.

Dari hasil penggeledahan di lokasi, polisi menemukan dan menyita sejumlah besar obat keras, antara lain:

Berita Terkait

Tak Sampai Sehari, Pelaku Curanmor yang Viral di Lebak Berhasil Diciduk
Menko Agus Harimurti Yudhoyono Ngabuburit ke Banten, Silaturahmi Ulama sampai Nyetir Sendiri
Tak Mau Banjir Terulang, Komisi IV DPRD Serang Minta Solusi Jangka Panjang ke BBWSC3
Universitas Faletehan Gandeng Asosiasi, Siap Lulus Siap Kerja.
Akademisi UNIS Tangerang Kritik Pernyataan Wakil Ketua DPRD Serang soal RDP Banjir
RDP DPRD Kabupaten Serang Jadi Instrumen Kontrol Publik, Akademisi Tekankan Akuntabilitas OPD
Satu Abad NU, Umar Bin Barmawi Tegaskan Peran NU Jaga Persatuan dan Toleransi Bangsa
Urus Izin PBG di Kota Serang, PT JDI Setor Retribusi Rp2,5 Miliar

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 12:24

Tak Sampai Sehari, Pelaku Curanmor yang Viral di Lebak Berhasil Diciduk

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:24

Menko Agus Harimurti Yudhoyono Ngabuburit ke Banten, Silaturahmi Ulama sampai Nyetir Sendiri

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:41

Tak Mau Banjir Terulang, Komisi IV DPRD Serang Minta Solusi Jangka Panjang ke BBWSC3

Senin, 2 Februari 2026 - 22:08

Universitas Faletehan Gandeng Asosiasi, Siap Lulus Siap Kerja.

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:59

Akademisi UNIS Tangerang Kritik Pernyataan Wakil Ketua DPRD Serang soal RDP Banjir

Berita Terbaru

Pj Sekda Lebak, Halson Nainggolan saat membahas arah pembangunan Kabupaten Lebak dalam acara Forum Lintas Perangkat Daerah. (Istimewa)

Berita Terbaru

Pemkab Lebak Tetapkan Arah Pembangunan Tahun 2027

Minggu, 8 Mar 2026 - 16:04