Politisi Gerindra itu juga menyuarakan agar alokasi anggaran untuk program pelatihan kerja dapat ditingkatkan pada tahun mendatang, mengingat manfaatnya yang signifikan bagi masyarakat.
“Selain bisa mengurangi angka pengangguran, pelatihan kerja ini merupakan wujud komitmen Pemprov dan DPRD Banten memberikan yang terbaik untuk masyarakat Banten,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Latihan Kerja Disnakertrans Banten, Mohamad Bayuni, yang didampingi oleh Kepala Seksi Pelatihan, Dini Andriani, menjelaskan bahwa program PBUK berupa pelatihan tata rias dasar ini akan dilaksanakan di 40 lokasi berbeda di seluruh Provinsi Banten.
“Ini merupakan lokasi yang ke-9. Ditargetkan Agustus 2025 pelatihan sudah selesai digelar di 8 kabupaten/kota,” papar Bayuni.
Ia merinci bahwa setiap sesi pelatihan tata rias dasar diikuti oleh 16 peserta dengan instruktur bersertifikat. Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, dan setelahnya, peserta akan mendapatkan sertifikat sesuai unit kompetensi yang telah diberikan.
Untuk memastikan keberlanjutan dan dampak positif pascapelatihan, Disnakertrans Banten akan melakukan monitoring terhadap masing-masing kelompok peserta.
“Monitoring dilakukan untuk mengetahui perkembangan peserta. Seperti informasi dari mereka tentang hasil pelatihan, membuka peluang usaha seperti membuka salon atau bekerja di salon kecantikan,” tutup Bayuni
Halaman : 1 2







