Ia menjelaskan, realisasi investasi tersebut masih didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp444 miliar. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) juga menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan nilai mencapai Rp136 miliar.
“Kontribusi PMDN masih menjadi penopang utama investasi daerah, namun peningkatan PMA juga menjadi sinyal positif bahwa Lebak mulai dilirik investor asing,” jelas Lingga.
Selain memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, investasi yang masuk ke Kabupaten Lebak juga turut berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Pada triwulan I 2026, investasi tersebut berhasil menyerap sebanyak 2.856 tenaga kerja.
Lingga menambahkan, Kabupaten Lebak memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari industri, pariwisata, pertanian, hingga pengembangan kawasan strategis. Karena itu, Pemkab Lebak terus membuka ruang seluas-luasnya bagi investor yang ingin berinvestasi.
“Kami optimistis capaian investasi akan terus meningkat seiring dengan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan pelayanan dan menjaga stabilitas daerah. Kabupaten Lebak memiliki peluang besar untuk terus berkembang,” pungkasnya. (*)
Halaman : 1 2







