Namun, menurut dia, angka tersebut harus dibarengi dengan sistem tindak lanjut yang kuat.
“Warga yang membutuhkan pengobatan harus diberi akses pengobatan. Begitu juga dengan warga yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan harus mendapat rujukan,” tegasnya.
Ia mengatakan warga yang dinyatakan sehat juga tidak boleh dilepas begitu saja. Edukasi mengenai pola hidup sehat tetap diperlukan agar kondisi kesehatan mereka dapat dipertahankan.
Muhibbin menilai pendekatan preventif melalui CKG dapat membantu pemerintah mengurangi risiko penyakit berat sekaligus menjaga produktivitas masyarakat.
“Bagi negara, pendekatan preventif ini penting. Semakin banyak penyakit ditemukan dan ditangani sejak dini, semakin besar peluang masyarakat tetap produktif,” paparnya.
Ia menambahkan, pembangunan tidak cukup hanya diukur dari pembangunan jalan, gedung, infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi. Kualitas manusia juga menjadi bagian penting dari pembangunan.
“Manusia yang sehat lebih mampu bekerja, belajar, mengurus keluarga, dan berkontribusi pada pembangunan,” katanya.
Muhibbin juga mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Banten memperluas pelaksanaan CKG hingga ke berbagai wilayah.
Menurutnya, penguatan program tersebut perlu dilakukan secara berjenjang, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa hingga kelurahan.
Ia menilai pendekatan jemput bola diperlukan agar masyarakat yang selama ini tidak aktif mengakses fasilitas kesehatan dapat mengikuti pemeriksaan.
“Saya melihat semangat ini sudah terlihat lewat upaya Pak Gubernur Banten Andra Soni yang terus memperluas pelaksanaan CKG dan mendekatkan layanan kepada masyarakat, termasuk melalui kunjungan rutin ke lapangan setiap Senin dan Kamis,” ujarnya.
Muhibbin menegaskan CKG pada akhirnya harus mampu mengubah perilaku masyarakat agar tidak lagi menunggu sakit untuk memeriksakan kondisi tubuh.
“CKG adalah investasi jangka panjang untuk kualitas manusia Indonesia. Program ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk rakyat. Semua elemen harus mengajak masyarakat untuk datang ke Faskes melakukan CKG. Mari kita ubah kebiasaan, jangan menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan kita,” ucapnya.
Halaman : 1 2







