Menurutnya, metode pembelajaran yang menyenangkan menjadi salah satu cara untuk membangun kembali minat belajar anak binaan selama menjalani masa pembinaan.
“Melalui metode yang menyenangkan seperti mendongeng, kita ingin menumbuhkan kembali rasa ingin tahu dan semangat belajar mereka,” katanya.
Ia menilai, literasi juga memiliki peran penting dalam proses rehabilitasi dan pembinaan karakter bagi anak binaan agar memiliki bekal saat kembali ke lingkungan masyarakat.
“Buku adalah jendela dunia. Dengan membaca, mereka bisa melihat peluang masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
DPAD Kota Tangerang, lanjut Engkos, akan terus menjalankan program jemput bola literasi ke sekolah-sekolah, lingkungan masyarakat, hingga institusi khusus sebagai bagian dari penguatan budaya membaca di Kota Tangerang.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak positif bagi psikologis mereka serta menjadi bekal moral saat nanti kembali ke tengah masyarakat,” pungkasnya. (ADV)
Halaman : 1 2







