Di sinilah kebijakan Presiden Prabowo tentang Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih menemukan maknanya. Makan Bergizi Gratis membutuhkan beras, telur, ikan, ayam, sayur, buah, dan bahan pangan lain dalam jumlah besar. Jika kebutuhan itu dipenuhi dari petani, peternak, nelayan, dan UMKM lokal, maka uang negara akan berputar di desa dan menguatkan ekonomi rakyat.
Sementara itu, Koperasi Merah Putih dapat menjadi wadah untuk mengumpulkan hasil panen, memperkuat distribusi, menjaga harga yang adil, dan membantu warga desa masuk ke rantai ekonomi yang lebih besar. Dengan cara ini, desa bukan hanya menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi pelaku utama pembangunan.
Spirit kemandirian ini juga sejalan dengan semangat PKS dalam Milad Berdaya ke-24 yang mengangkat gerakan ketahanan ekonomi, pangan, dan energi. PKS menegaskan bahwa Milad ke-24 bukan sekadar perayaan, tetapi dorongan untuk menghadirkan gerakan nyata dalam memperkuat kemandirian rakyat, termasuk ketahanan pangan keluarga. Maka, optimisme Presiden Prabowo perlu kita sambut dengan kerja nyata dari bawah.
Pemerintah bergerak dengan kebijakan besar, masyarakat bergerak dengan kemandirian keluarga, dan partai politik hadir mendorong kesadaran serta pemberdayaan rakyat. Jika sawah dijaga, leuit dihidupkan, halaman rumah dimanfaatkan, koperasi diperkuat, dan pangan lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri, maka Indonesia akan semakin kuat, mandiri, dan tidak mudah diguncang oleh keadaan dunia.
Penulis : Drs. KH. Iip Makmur (Ketua Bidang Pertanian, Peternakan dan Nelayan PKS Banten)
Halaman : 1 2







