Orang Desa Tidak Butuh Dolar: Jalan Kemandirian Pangan dari Leuit Banten untuk Indonesia

- Penulis

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iip Makmur. (Istimewa)

Iip Makmur. (Istimewa)

Di sinilah kebijakan Presiden Prabowo tentang Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih menemukan maknanya. Makan Bergizi Gratis membutuhkan beras, telur, ikan, ayam, sayur, buah, dan bahan pangan lain dalam jumlah besar. Jika kebutuhan itu dipenuhi dari petani, peternak, nelayan, dan UMKM lokal, maka uang negara akan berputar di desa dan menguatkan ekonomi rakyat.

Sementara itu, Koperasi Merah Putih dapat menjadi wadah untuk mengumpulkan hasil panen, memperkuat distribusi, menjaga harga yang adil, dan membantu warga desa masuk ke rantai ekonomi yang lebih besar. Dengan cara ini, desa bukan hanya menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi pelaku utama pembangunan.

Baca Juga :  Ketika Perang Komentar Berubah Menjadi Delik

Spirit kemandirian ini juga sejalan dengan semangat PKS dalam Milad Berdaya ke-24 yang mengangkat gerakan ketahanan ekonomi, pangan, dan energi. PKS menegaskan bahwa Milad ke-24 bukan sekadar perayaan, tetapi dorongan untuk menghadirkan gerakan nyata dalam memperkuat kemandirian rakyat, termasuk ketahanan pangan keluarga. Maka, optimisme Presiden Prabowo perlu kita sambut dengan kerja nyata dari bawah.

Baca Juga :  Tutup Akhir Tahun 2024, Rutan Serang lakukan Istighosah bersama Warga Binaan

Pemerintah bergerak dengan kebijakan besar, masyarakat bergerak dengan kemandirian keluarga, dan partai politik hadir mendorong kesadaran serta pemberdayaan rakyat. Jika sawah dijaga, leuit dihidupkan, halaman rumah dimanfaatkan, koperasi diperkuat, dan pangan lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri, maka Indonesia akan semakin kuat, mandiri, dan tidak mudah diguncang oleh keadaan dunia.

Penulis : Drs. KH. Iip Makmur (Ketua Bidang Pertanian, Peternakan dan Nelayan PKS Banten)

 

Berita Terkait

Ketika DPRD Mencuci Uang, Demokrasi Ikut Kotor
Pungli di Kampus: Korupsi Kecil yang Dibiarkan Tumbuh
Sengketa Lahan dalam Perspektif Hukum Perdata
Pelecehan Seksual di Kampus: Darurat Moral dan Gagalnya Perlindungan Institusi
Ketika Perang Komentar Berubah Menjadi Delik
Siapa yang Layak Mengisi Kursi Sekda Lebak?
Banten 25 Tahun: Tanah Subur, Harapan yang Masih Terkubur
Bendera Bajak Laut Berkibar Jelang HUT RI ke-80: Simbol Kejenuhan Rakyat pada Ketimpangan

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:13

Orang Desa Tidak Butuh Dolar: Jalan Kemandirian Pangan dari Leuit Banten untuk Indonesia

Selasa, 16 Desember 2025 - 04:07

Ketika DPRD Mencuci Uang, Demokrasi Ikut Kotor

Selasa, 16 Desember 2025 - 03:42

Pungli di Kampus: Korupsi Kecil yang Dibiarkan Tumbuh

Selasa, 16 Desember 2025 - 03:15

Sengketa Lahan dalam Perspektif Hukum Perdata

Selasa, 16 Desember 2025 - 02:01

Pelecehan Seksual di Kampus: Darurat Moral dan Gagalnya Perlindungan Institusi

Berita Terbaru

FOTO ILUSTRASI. Angkutan sampah. (Net)

Berita Terbaru

Duh, Pemerintah Kewalahan Tangani Sampah di Kabupaten Lebak

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:42