Menurut Andra, tradisi ini menjadi refleksi rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kearifan lokal yang jadi simbol ketahanan pangan ini perlu mendapatkan apresiasi semua pihak termasuk pemerintah daerah dan pusat.
“Pemerintah Provinsi Banten memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat adat Cisungsang dalam menjaga dan melestarikan kearifan lokal,” ujarnya.
Ia berharap Seren Taun bersama tradisi Seba Baduy dan Gebrak Ngadu Bedug bisa masuk dalam 10 besar dari 110 Karisma Event Nusantara (KEN). Karena sebetulnya, tahun ini Seren Taun masuk sebagai 110 KEN 2025.
“Tahun ini kita patut berbangga karena Seren Taun kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara,” tambah Andra. ***
Halaman : 1 2







