Darurat Sampah, Bupati Serang dan Menteri KLH Galang Aksi World Clean Up Day 2025

- Penulis

Sabtu, 20 September 2025 - 10:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati serang bersama pemerinta pusat KLH dan gubernur banten, Aksi gotong royong bersihkan sampah di Teluk Terate, sabtu, (20/9).

Bupati serang bersama pemerinta pusat KLH dan gubernur banten, Aksi gotong royong bersihkan sampah di Teluk Terate, sabtu, (20/9).

DAILYHITS.ID –  Peringatan World Clean Up Day 2025 Berlangsung di Desa Teluk Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, dengan melibatkan Menteri Lingkungan Hidup (KLH) Hanif Pasiol Nurafiq, Gubernur Banten Andra Soni, serta Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah.

Kegiatan gotong royong bersih-bersih sampah itu menjadi simbol sinergi nasional dalam menanggulangi masalah sampah yang kian mendesak.

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menegaskan Kabupaten Serang masih berada dalam status darurat sampah.

“Kami selaku pemerintah Kabupaten Serang sudah membuat surat edaran untuk seluruh camat dan kades agar dapat mengelola sampah masing-masing. Karena saat ini di Kabupaten Serang memang masih darurat sampah, Pak Menteri,” ujarnya Zakiyah kepada wartawan usai gotong royong, Sabtu, (20/9/2025)

Rachmatuzakiyah mengungkapkan, Pemkab Serang belum memiliki tempat pengelolaan sampah akhir.

Upaya kerja sama dengan Kabupaten Padang Raya sempat dilakukan, namun terkendala masalah teknis.

“Oleh karena itu, kami memberikan surat edaran agar setiap desa mengelola sampahnya masing-masing, supaya tidak terjadi penumpukan di tempat-tempat umum terutama di jalan raya,” katanya.

Baca Juga :  Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kab. Lebak Capai 149 Kasus

Di waktu yang sama Menteri KLH Hanif Pasiol Nurafiq membuka acara dengan menekankan pentingnya sinergi nasional.

Ia menyebut World Clean Up Day merupakan gerakan global yang diinisiasi PBB sejak 18 tahun lalu.

“Kita menyambut baik inisiasi PBB ini, tetapi langkah-langkah fundamental dalam penanganan sampah harus terus dilakukan di seluruh tanah air,” ucapnya.

Hanif menegaskan penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah pusat.

“Hari ini kita bersama Bapak Gubernur Banten dan Ibu Bupati Serang mensimbolkan bahwa penanganan sampah wajib terkoordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, kota, juga masyarakat dan dunia usaha,” katanya.

Menurutnya, keterlibatan media dan akademisi juga sangat penting.

“Tanpa media, upaya kita ibarat pasir di padang pasir. Dukungan media akan menularkan informasi ini ke seluruh tanah air,” ujarnya.

Hanif menegaskan Presiden menargetkan persoalan sampah selesai pada 2029.

“Kita hanya punya empat tahun untuk mencapai target itu. Waktu ini tidak panjang, sehingga perlu kerja sama semua pihak,” katanya.

Baca Juga :  Suasana Haru Selimuti Audiensi Warga Cibetus dengan Bupati Serang

Salah satu solusi adalah pembangunan waste to energy atau PSEL (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah). Namun, Hanif mengingatkan metode ini sangat mahal.

“Hampir 20 sen dolar per KWH diperlukan untuk membakar sampah. Karena itu, yang paling penting adalah memilah sampah di hulu. Waste to energy hanya mampu mereduksi 20 ribu ton sampah per hari, sementara produksi sampah nasional mencapai 143 ribu ton per hari,” ungkapnya.

Terkait sampah liar, Hanif menegaskan regulasi sudah jelas.

“Dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 dan UU Nomor 32 Tahun 2009, sanksi sudah ada. Tinggal keberanian kita menegakkan aturan terhadap TPS liar. Dalam penilaian Adipura, kabupaten/kota yang masih memiliki TPS liar dipastikan tidak bisa meraih penghargaan itu,” ujarnya.

Hanif menutup dengan ajakan kolaborasi nasional.

“Kami akan terus mendukung upaya seluruh kepala daerah. Semua metodologi akan digunakan, mulai dari pengelolaan mandiri, kolaborasi daerah, hingga inovasi waste to energy. Yang terpenting, kita bergandengan erat untuk mencapai target 2029,” pungkasnya.***

Berita Terkait

DPRD Banten Kebut 12 Raperda Strategis, Sekolah Gratis hingga UMKM Jadi Prioritas
Perpusda Kota Tangerang Jadi Tempat Favorit Pelajar Isi Waktu Sepulang Sekolah
Perluas Akses Pengetahuan, DPAD Kota Tangerang Kerap Datangi Lapas Anak Lewat Story Telling
Pemkab Serang Pangkas Perjalanan Dinas 50 Persen, Terapkan WFH ASN Setiap Jumat
Wow! Bapenda Serang Siapkan Insentif Rp34 Miliar, Petugas Pajak Berpotensi Terima Rp33 Juta per Bulan
Kerja Terlihat, Publik Mengapresiasi: Satu Tahun Transformasi Pemkot Serang
Banggar DPRD Kabupaten Serang Heran, Muncul Penambahan Anggaran Rp73 M Tanpa Pembahasan
Perda Direvisi, RTRW Dirombak! Pemkab Serang dan DPRD Gaspol Bahas 12 Raperda 2026

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:33

DPRD Banten Kebut 12 Raperda Strategis, Sekolah Gratis hingga UMKM Jadi Prioritas

Senin, 11 Mei 2026 - 10:40

Perpusda Kota Tangerang Jadi Tempat Favorit Pelajar Isi Waktu Sepulang Sekolah

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:24

Perluas Akses Pengetahuan, DPAD Kota Tangerang Kerap Datangi Lapas Anak Lewat Story Telling

Kamis, 2 April 2026 - 19:29

Pemkab Serang Pangkas Perjalanan Dinas 50 Persen, Terapkan WFH ASN Setiap Jumat

Sabtu, 14 Maret 2026 - 06:02

Wow! Bapenda Serang Siapkan Insentif Rp34 Miliar, Petugas Pajak Berpotensi Terima Rp33 Juta per Bulan

Berita Terbaru

Humaniora

Srawung Roso 2026, Begini Cara Daftarnya!

Senin, 1 Jun 2026 - 10:58

Advertorial

Pimpinan DPRD Banten Ucapkan Hari Lahir Pancasila 2026

Senin, 1 Jun 2026 - 08:09

Ucapan Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, KORPRI Kabupaten Lebak. (DAILYHITS)

Advertorial

Selamat Hari Lahir Pancasila 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:02